Pengertian Gerak Multilateral Dalam Pembelajaran PJOK di Usia Dini

Gerak Multilateral Dalam Pembelajaran PJOK di Usia Dini

Secara operasional, praktik pendidikan usia dini sebaiknya berpusat pada kebutuhan anak, yaitu pendidikan yang berdasarkan pada minat, kebutuhan, dan kemampuan anak. Oleh karena itu, peran pendidik sangatlah penting. Pendidik harus mampu memfasilitasi aktivitas anak dengan material yang beragam. Pengertian pendidik dalam hal ini tidak hanya terbatas pada guru saja, tetapi juga orangtua dan lingkungan. Seorang anak membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Program latihannya pun harus disesuaikan dengan karakter perkembangan anak yang masih dalam taraf bermain. Selain itu program latihan harus disusun secara multilateral sehingga anak mempunyai kemampuan yang bermacam-macam walaupun pada akhirnya disalurkan pada salah satu cabang olahraga tertentu. ANAK USIA DINI Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas baik secara fisik, psikis, sosial, moral, dan sebagainya. Masa kanak-kanak juga masa yang paling penting untuk sepanjang usia hidupnya. Karena masa kanak-kanak adalah masa pembentukan fondasi dan dasar kepribadian yang akan menentukan pengalaman anak selanjutnya maka pemahaman tentang karakteristik anak usia dini menjadi mutlak adanya bila ingin memiliki generasi generasi yang mampu mengembangkan diri secara optimal. Anak usia dini adalah individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Secara rinci menurut Rahman (2005 : 33-37) karakteristik diuraikan sebagai berikut:

1. Usia 0-1 tahun Pada masa bayi perkembangan fisik mengalami kecepatan yang luar biasa, paling cepat dibanding usia selanjutnya. Beberapa karakteristik anak usia bayi dapat dijelaskan antara lain: 
  • Mempelajari keterampilan motorik mulai dari berguling, merangkak, duduk, berdiri dan berjalan. 
  • Mempelajari keterampilan menggunakan panca indera, seperti melihat atau mengamati, meraba, mendengar, mencium, dan mengecap dengan memasukkan setiap benda ke dalam mulutnya. Mempelajari komunikasi sosial. Bayi yang baru lahir telah siap melaksanakan kontak sosial dengan lingkungannya. Komunikasi responsif dari orang dewasa akan mendorong dan memperluas respon verbal dan non verbal bayi. 

2. Usia 2-3 tahun Anak usia dini ini memiliki beberapa kesamaan karakteristik dengan masa sebelumnya. Secara fisik anak masih mengalami pertumbuhan yang pesat. Beberapa karakteristik khusus yang dilalui anak usia 2-3 tahun antara lain: 
  • Anak sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada di sekitarnya. Ia memiliki kekuatan observasi yang tajam dan keinginan belajar yang luar biasa. Eksplorasi yang dilakukan oleh anak terhadap benda apa saja yang ditemui merupakan proses belajar yang sangat efektif. 
  • Anak mulai mengembangkan kemampuan berbahasa. Diawali dengan berceloteh, kemudian satu dua kata dan kalimat yang belum jelas maknanya. 
  • Anak mulai belajar mengembangkan emosi. Perkembangan emosi anak didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukan dia, sebab emosi bukan ditentukan oleh bawaan, namun lebih banyak pada lingkungan. 

3. Usia 4-6 tahun Anak usia 4-6 tahun memiliki karakteristik antara lain: 
  •  Berkaitan dengan perkembangan fisik, anak sangat aktif melakukan berbagai kegiatan. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk mengembangkan otot-otot kecil maupun besar. 
  • Perkembangan bahasa juga semakin baik. Anak sudah mempu memahami pembicaraan orang lain dan mampu mengungkapkan pikiran dalam batas-batas tertentu. 
  • Perkembangan kognitif (daya pikir) sangat pesat, ditunjukkan dengan rasa ingin tahu anak yang luar biasa terhadap lingkungan sekitar. Hal ini terlihat dari seringnya anak menanyakan segala sesuatu yang dilihat. 
  • Bentuk permainan masih bersidat individu, bukan permainan sosial walaupun aktivitas bermain dilakukan secara bersama.

4. Usia 7-8 tahun Karakteristik perkembangan anak usia 7-8 tahun antara lain:
  • Perkembangan kognitif anak masih berada pada masa yang cepat. Dari segi kemampuan, secara kognitif anak sudah mampu berpikir bagian per bagian. 
  • Perkembangan sosial, anak mulai melepaskan diri dari otoritas orang tuanya. Hal ini ditunjukkan dengan kecenderungan anak untuk selalu bermain di luar rumah dan bergaul dengan teman sebayanya. 
  • Anak mulai menyukai permainan sosial. 
  • Perkembangan emosi anak sudah mulai terbentuk dan tampak sebagian dari kepribadian anak. Walaupun pada usia ini masih pada taraf pembentukan, namun pengalaman anak sebenarnya telah menampakkan hasil. 
Anak usia 3-5 tahun anak sudah mampu melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat menggunakan kemampuan motorik kasar. Pada anak usia 5-8 tahun perkembangan anak biasanya pertumbuhan fisik telah mencapai kematangan, anak telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangan. Anak juga telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian, dapat mengendarai sepeda roda dua, dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. Dari perbedaan kemampuan motorik tersebut dapat di gunakan sebagai bahan pertimbangan guna menyusun program latihan yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak pada usia tersebut.

Multilateral Pada Anak Usia Dini 
Konsep dasar dari program latihan bagi anak usia dini adalah multilateral dan permainan. Oleh karena itu berbagai kegiatan olahraga harus diajarkan agar anak memiliki kemampuan fisik secara menyeluruh. Aspek latihan yang perlu dikembangkan pada anak usia muda adalah terutama keterampilan (teknik) gerak dasar yang benar dengan kemampuan fisik dasar yang baik bagi anak usia dini selama 9 bulan. 

Penjabaran Dengan Kegiatan Kemampuan Fisik Dasar
1. Kegiatan Pengenalan Organisasi, Aturan-aturan, dan Formasi. Salah satu permainan yang dapat digunakan untuk mengenalkan organisasi, aturan-aturan dan formasi adalah permainan pulau di tengah lautan. Sasaran dari permainan ini adalah: 
  • Mengidentifikasi keselamatan dan belajar dari manfaat mengikuti aturan, 
  • Mengidentifikasi petunjuk dari kelas, 
  • Belajar memulai dan menghentikan sinyal, 
  • Bergerak ke informasi formasi dan petunjuk, dan 
  • Bergerak dengan batasan-batasan. Sedangkan peralatan yang digunakan adalah Potongan karpet per anak dan 5-10 kantong kecil. 
Pemanasan yang dilakukan sebelum melakukan permainan dengan cara menjelaskan bahwa karpet di ibaratkan pulau, masing-masing anak memiliki pulaunya sendiri dan sangat kecil. Setiap anak harus berusaha untuk tetap kering dengan tetap berada dalam potongan karpet. Setelah anak melakukannya kemudian diberikan aba-aba bergerak dan posisi berdiri, jalan, jongkok, berlutut, berdiri dan memegang ujung jari, melompat, berbalik dan duduk namun anak harus tetap berada dalam karpet. Apabila anak mampu melakukan dengan baik maka harus diberikan pujian kepada anak tersebut. 

Inti dari permainan ini adalah: 
  • Menjelaskan tentang informasi formasi. Jika ada perintah informasi formasi, anak menjalankan dan membentuk kelompok (misalnya ber-3, ber-4 atau ber-5). Setelah melakukan beberapa kali maka anak tetap pada formasi kemudian duduk dan dijelaskan maksud dari informasi-informasi yang diberikan apabila dikaitkan dalam olahraga. 
  • Menjelaskan pentingnya aturan dan menanyakan apakan pentingnya aturan itu seperti apa yang terjadi jika tidak ada aturan, dan apa aturan yang harus dimiliki dalam pendidikan jasmani agar selamat dan. 
  • Menjelaskan dan meminta menulis tentang aturan-aturan dalan pendidikan jasmani seperti tangan diam, berhatihati, mendengarkan dan melihat untuk petunjuk berhenti, baik (tidak berkelahi), mendengarkan dan mengerjakan, dan melakukan yang terbaik.

2. Latihan Kebugaran. 
Latihan kebugaran dilakukan sebanyak 2 kali. Masing-masing latihan tersebut adalah: 
a. Latihan Kebugaran 1 
  • Sasaran: a) Latihan kelenturan, b) Latihan kebugaran lari, c) Menjelaskan pentingnya latihan dan pemanasan sebelum tes, d) Mendemonstrasikan hubungan ketika latihan dan kelenturan. 
  • Pemanasan: a) Berdiri tegak dan menyentuhkan tangan pada kaki dengan kaki tetap lurus, dan b) Tidur telungkup kemudian membungkukkan badan dan kaki berjalan pelan ke tangan, 
  • Kegiatan yang dilakukan : a) Melakukan latihan tes kelenturan dengan duduk kaku diluruskan dan membungkukkan badan semaksimal mungkin dan berhenti sampai terasa sakit, dan b) Latihan lari sejauh 400 m dengan lintasan di buat 7 bujur sangkar. Pelaksanaan lari dilakukan 4 kali. Setiap lari 100 m sampai ujung lintasan. Dilakukan sampai akhirnya berlari sejauh 400 m. 
  • Penutup: a) Menjelaskan manfaat latihan tes baik kelenturan maupun lari (cardio respirasi) 
b. Latihan tes kebugaran 2 
  • Sasaran: a) Latihan melakukan sit up yang benar, b) Latihan melakukan push up yang benar, dan c) Bekerjasama dengan melihat teman yang melakukan sit up dan push up. 
  • Kegiatan: a) Push up: dimulai dengan tidur telungkup dan meletakkan jari kaki dan tangan disamping dada, meluruskan lengan dan mempertahankan badan tetap lurus, dan melakukan push up secara berpasangan dan saling mengamati. b) Sit up: melakukan sit up secara pelan dengan tungkai di tekuk dan tangan disilangkan menempel di dada. dan merasakan otot yang bekerja. 
  • Penutup: mendiskusikan pentingnya melakukan push up dan sit up dengan anak dan memberi penguatan tentang sit-up dan push-up.

3. Latihan Circuit Trainning 
  • Sasaran: 1) mendemonstrasikan cirkuit kebugaran 1, 2) menjelaskan bahwa latihan yang baik dilakukan minimal 3 kali seminggu, dan 3) Menjelaskan kebugaran jasmani berarti mempunyai energi yang cukup untuk bergerak seharian dan sehat. 
  • Pemanasan:1) Melakukan pemanasan rutin yang mencakup Streching body standing (16 hitungan), rag doll (16 hitungan, side lunges (16 hitungan), knee dips (16 hitungan), airplane circle: Putar ke depan 8 hitungan dan putar ke belakang 8 hitungan masing-masing dilakukan 2x8 hitungan. 2) Menjelaskan bahwa akan melakukan latihan dengan berganti aktivitas dengan sangat pelan kemudian dilakukan lagi dengan menambah kecepatan dan akhirnya akan dilakukan sampai dengan cepat sesuai dengan kemampuan masing-masing. 
  • Latihan circuit training 1 yang meliputi: stasion 1: Jumping jack,stasiun 2: airplane circles, stasiun 3: sit up, stasiun 4: crab walk, stasiun 5: push up, stasiun 6: rope jump. Pengulangan latihan : 1) Ronde 1: waktu masing-masing stasiun 15 detik dan waktu istirahat 15 detik , 2) Ronde 2: waktu masing-masing stasiun 20 detik dan waktu istirahat 15 detik, 3) Ronde 3: waktu masing-masing stasiun 25 detik dan waktu istirahat 15 detik, 4) Ronde 4: waktu masing-masing stasiun 30 detik dan waktu istirahat 15 detik, 
  • Latihan circuit trainning 2 yang meliputi: 1) Stasion 1: lari zig-zag, 2) Stasiun 2: hip rais, 3) Stasiun 3: line jump, 4) Stasiun 4: trisep push up, 5) Stasiun 5: agility run dan 6) Stasiun 6: crunches

4. Permainan dan Olahraga Dalam kegiatan permainan dan olahraga perencanaan yang dilakukan meliputi latihan keterampilan. Adapun latihan tersebut adalah sebagai berikut: 
  • Pengenalan bagian tubuh anak. Peralatan yang digunakan adalah kantong kecil yang diisi dengan kapas. Pemanasan yang dilakukan adalah dengan melempar kantong-kantong dengan lemparan zig-zag secara berpasangan.

Setelah melakukan pemanasan, anak disuruh memegang kantong dan atas perintah meletakkan kantong tersebut ke bagian-bagian tubuh anak (misalnya kepala, bahu, tangan, kaki dll) kemudian anak menyebutkan bagian tubuh tersebut. Kegiatan ini dilakukan dengan berjalan ataupun di tempat. 
  • Melempar, Menangkap dan Melambungkan kantong Melakukan lempar dan tangkap melewati tali. Pada lempar dan tangkap awal dilakukan tanpa menggunakan aturan. Setelah beberapa kali dilakukan kemudian digunakan aturan untuk melempar dengan tangan kanan (kecuali kidal) dan menangkap dengan tangan kiri.

Selain menggunakan tali, lempar tangkap dapt pula dilakukan dengan menggunakan sinpai atau dengan pengungkit yang di injak sendiri agar kantong bisa melayang kemudian ditangkap. Setelah anak melakukan lempar tangkap dengan menggunakan kantong, kemudian dilanjutkan dengan menggenakan bola busa, bola tenis dan akhirnya bola tenis. Dengan demikian tingkat kesulitan akan selalu bertambah dan kesiapan untuk mempelajari permainan softball akan semakin tinggi.
  • Keterampilan lokomotor dengan rintangan. Pada aktivitas ini anak melakukan kegiatan berjalan, berlari, dan melompat selama 20 menit dengan rintangan yang sudah ditentukan


Kesimpulan 
Olahraga dalam bingkai pendidikan merupakan manifestasi bentuk aktivitas gerak yang memberikan pengalaman motorik, sosial-budaya, dan mampu untuk mengembangkan kognisi-afeksi anak pada usia awal. Pemberian program latihan yang benar dan tepat akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian prestasi jangka panjang tanpa mengabaikan usia pertumbuhan dan perkembangan anak. 

Daftar Pustaka
Abdullah, Arma dan Manadji, Agus. (1994). Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 

Dahlan, Djawad. (2008). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Hurlock, Elizabeth.B. (1978). Child Development (Sixth Edition). Indonesia: Erlangga.

Thomas. Katherine T.. Lee. Amelia M..Thomas. Jerry R. (2000). Physical Education For Children: Dailly Lesson Plans for Elementary School-2nd ed. United Stated: Human Kinetic.

Ma’mun, Amung dan Saputra, Yudha M..(2000). Perkembangan Belajar Gerak dan Belajar Gerak. Jakarta: Departemen Penddikan dan Kebudayaan.

Rahman, Hibawa S., (2005). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: PGTKI Press. 

Hedi Ardiyanto Hermawan, FIK Universitas Negeri Yogyakarta.

Comments

  1. Mantab trimsjd ada masukan bagaimana mengelola kemampuan motorik anak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengertian Gerak Dasar Lokomotor, Non Lokomotor, dan Manipulatif

Pengertian Kognitif, Afektif, dan Psikomotor PJOK